EMPAT JANJI ALLOH DIDALAM AL-QURAN
ACHMAD SYAUFUDIN CHOIL
PAI NON PNS KECAMATAN BERBEK
Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu di tengah ujian wabah Covid-19 ini, janganlah jemu untuk senantiasa panjatkan doa agar ujian ini segera diangkat oleh Allah SWT dari negeri kita. Yakinlah bahwa ikhtiar dan doa kita akan di-ijabah Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam QS. 'Ali `Imran : 194
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.
Secara garis besar ada empat (4) janji Allah yang ditegaskan dalam kitab-Nya, empat janji itu populer disebut الوعود الربانيه الأربعة
1). Pertama yaitu jika kita bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmat-Nya (Qs. Ibrahim:7)
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Jamaah Jumat rahimakumulluh,
Bersyukur itu sifat para nabi, sifat orang beriman, dan bersyukur itu ibadah.
-Meskipun cobaan datang dan rintangan menghadang, Nabi Nuh tetap bersyukur kepada Allah:
ذرية من حملنا مع نوح إنه كان عبدا شكور
“(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur” (QS. Al-Isra: 3)
- Meskipun jadi kekasih Allah, Nabi Ibrahim As tetap bersyukur kepada Allah:
{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (*) شَاكِرًا لأنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik, Dan ia senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukkinya pada jalan yang lurus” (QS. An-Nahl: 120-121).
- Rasulullah SAW tidak luput dari syukur walaupun telah dijamin baginya surga, sebagaimana diceritakan oleh ‘Aisyah RA:
كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، إذا صلَّى ، قام حتى تفطَّر رجلاه . قالت عائشةُ : يا رسولَ اللهِ ! أتصنعُ هذا ، وقد غُفِر لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخَّرَ ؟ فقال ” يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا
“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah bersabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari No. 1130, Muslim No. 2820
2). Janji Allah yang kedua yaitu Allah akan mengingat hamba yang selalu mengingatnya, sebagaimana dijelaskan dalam Qs. Al-Baqarah 152:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian.”
Cara mengingat Allah adalah dengan mendirikan Shalat, membaca Al-Qur’an, selalu bersyukur, Ingat kematian dan tidak tergiur dengan dunia, dan dengan berzikir dan mengerjakan ibadah sunah
3). Janji Allah yang ketiga adalah mengabulkan doa. Allah berjanji akan mengabulkan semua doa makhluknya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
Jika pun doa tidak dikabulkan maka bersabar dan yakinlah bahwa itu ketentuan Allah yang terbaik. Sebagimana sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا : إِذًا نُكْثِرُ ، قَالَ : اللَّهُ أَكْثَرُ.
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya.
4). Janji Allah yang keempat yaitu, Allah akan menghindarkan azab bagi yang memohon ampun, sebagaimana ditegaskan dalam Qs.Al-Anfal:33:
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”
Tidak ada yang dapat menyelamatkan diri kita dari azab Allah, kecuali kita memohon ampun dan segera bertaubat atas segala kesalahan. Sayyidina Ali karamallahu wajhah berkata, “Sungguh aneh orang yang binasa padahal ia memiliki kalimat penyelamat.” Ditanyakan kepadanya, “Apa itu?” Ia berkata, “istighfar.”
Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel diatas dan semoga kita tercatat sebagai insan yang dijanjikan Allah mendapatkan ridha dan kedudukan tinggi di sisi Allah, amin ya rabbal alamin.
Komentar
Posting Komentar